SUPPORT ONLINE

distributor macam macam mushaf alquran
Lyli Prameswari
Email
pramezshop@gmail.com
putra@morosakato.com
Telepon
0856-4117-8823
0856-4117-8823
WhatsApp
0856-4117-8823
Pin BB
5FB89E9E
Facebook
kadoislami
Alamat
Bekasi Utara, Kaliabang tengah
bekasi utara, 17124
jawa barat - Indonesia
Website
http://distributor-alquran-pelangi.4pilar.com/

KATEGORI PRODUK

Tag :

BELI ALQURAN ZHAFIRA EXCLUSIVE RAINBOW ONLINE

Diposkan pada : 26-10-2015 14:27:45

Beli Alquran Zhafira Exclusive Rainbow online. SMS/WA: 085641178823 | BB: 7E8475CC.  Alquran Rainbow/Alquran Pelangi adalah Alquran yang sangat cantik dan unik. Rainbow Alquran/Alquran Pelangi dengan cover yang warna-warni. Salah satu Alquran pelangi yang banyak diminati adalah produk Alquran Madina yang menjadi pelopor pembuat Cover Al-Quran unik yang switchable dan washable. Cover Alquran terbuat dari bahan katun yang cantik warna nya dan lembut di pegang.

Alquran Pelangi Madina dilengkapi dengan tajwid dan terjemahan, beserta Asbabun Nuzul, Hadis Sahih dan Indeks Tematik. Kertas Alquran rainbow terbuat dari kertas QPP (Kertas khusus Alquran dengan warna ivory sehingga tidak melelahkan mata saat dibaca.

Beragam jenis nya Alquran Madina Rainbow ada Alquran Madina New Zhafira Rainbow, Alquran Madina Shafana, Alquran Madina Raihan Tajwid, Alquran Madina Zhafira for Mom, Alquran Zhafira Pocket, Alquran Madina Nadira, Alquran Madina Arrayyan. Ada juga Madina Zhafira Prayer Set yaitu paket mukena katun jepang pelangi atau mukena rainbow dan al quran rainbow, yang dikemas dalam satu paket yang cantik. Satu-satu nya dan pertama kali nya Alquran bisa matching dengan Mukena. Kami Distributor Alquran Rainbow Jakarta melayani pengiriman Alquran Rainbow di seluruh wilayah Indonesia.

FOR ORDER:

BB: 7E8475CC

WA/SMS: 085641178823

www.pramezshop.com

 

Tag: Distributor Alquran Rainbow | Alquran Rainbow Pocket

-------------------------------------------------------

Info Terkini

DISTRIBUTOR BUSANA MUSLIM

saco-indonesia.com, Warga etnis Tionghoa selama ini juga banyak dikenal sebagai pedagang alias pengusaha. Namun, sejarah juga telah mencatat etnis Tionghoa sangat literer atau menggeluti dunia tulis menulis.

Dalam 'Sejarah Pers Awal dan Kebangkitan Kesadaran Ke-Indonesia-an' (2003), telah disebutkan warga Tionghoa juga merupakan pelanggan surat kabar sejak akhir abad ke XIX. Meski tidak sebanyak orang-orang Indo Eropa, sejumlah peranakan Tionghoa pun juga mulai menjadi pemimpin surat kabar berbahasa Melayu Rendah di Batavia.

Seiring dengan perkembangan pendidikan di kalangan mereka, peranakan Tionghoa juga mulai banyak menerbitkan dan telah memimpin berbagai penerbitan dengan bahasa Melayu Rendah pada awal abad XX. Bahasa Melayu Rendah juga bisa diartikan sebagai bahasa pergaulan (Melayu-Pasar) yang telah banyak digunakan peranakan Tionghoa di Jawa karena tidak lagi menguasai bahasa leluhur mereka.

Karena begitu besar sumbangan dan peranan orang-orang peranakan Tionghoa dalam pengembangan bahasa Melayu Rendah, bahasa ini akhirnya telah disebut sebagai Melayu-Tionghoa. Pada awal abad XX, sejumlah penerbitan pers berbahasa Melayu Tionghoa mulai bermunculan, seperti Sin Po, Keng Po, dan Perniagaan atau Siang Po di Batavia.

Di Surabaya juga ada Suara Poeblik, Pewarta Soerabaya dan Sin Tit Po. Ada juga Warna Warta dan Djawa Tengah (Semarang), Sin Bin (Bandung), Li Po (Sukabumi), Tjin Po dan Pelita Andalas (Medan), Sinar Sumatera dan Radio (Padang), dan Han Po (Palembang).

Surat kabar Sin Po telah memiliki catatan khusus dalam sejarah pergerakan Indonesia. Media itulah yang pertama kali telah menyebarluaskan syair 'Indonesia Raya' beserta partiturnya pada 10 November 1928, atau dua pekan setelah dikumandangkan pertama kali secara instrumentalia oleh WR Supratman pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.

Di koran itu, WR Supratman juga menulis dengan jelas 'lagu kebangsaan' di bawah judul 'Indonesia'. Benny Setiono dalam 'Tionghoa Dalam Pusaran Politik' (2008) menulis, Sin Po yang berarti Surat Kabar Baru, telah mencetak 5.000 eksemplar teks lagu Indonesia Raya dan telah dihadiahkan kepada WR Supratman, yang bekerja sebagai reporter di mingguan itu sejak 1925. Oleh WR Supratman, kemudian ribuan koran itu dijual.

Sin Po, yang pertama kali terbit sebagai mingguan pada 1 Oktober 1910, juga merupakan surat kabar yang telah mempelopori penggunaan kata 'Indonesia' menggantikan 'Nederlandsch-Indie', 'Hindia-Nerderlandsch', atau 'Hindia Olanda'. Harian ini juga yang menghapus penggunaan kata 'inlander' dari semua penerbitannya karena dirasa sebagai penghinaan oleh rakyat Indonesia.

Kemudian, sebagai balas budi, pers Indonesia juga mengganti sebutan 'Cina' dengan 'Tionghoa' dalam semua penerbitannya. Dalam percakapan sehari-hari, Soekarno, Hatta, Sjahrir, Tjipto Mangoenkoesoemo kemudian juga telah mengganti kata 'Cina' dengan kata 'Tionghoa'.

Koran Sin Po saat itu memang telah memiliki pandangan politik yang pro-nasionalis Tiongkok. Namun karena alasan itu pulalah, yakni berdasar ajaran Dr Sun Yat Sen, Sin Po juga telah mendukung perjuangan rakyat Indonesia untuk dapat memperoleh kemerdekaan. Dalam San Min Chu I, Sun Yat Sen menulis perkembangan kemerdekaan Tiongkok tidak akan sempurna selama bangsa-bangsa di Asia belum merdeka.

Gerakan pro-nasionalis Tiongkok yang didukung Sin Po akhirnya sirna seiring dengan kemerdekaan bangsa Indonesia 17 Agustus 1945, yang juga banyak didukung tokoh-tokoh Tionghoa. Kemerdekaan itu kini sudah menjadi milik bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya keturunan Tionghoa.

 

Editor : Dian Sukmawati

DISTRIBUTOR BUSANA MUSLIM